Eksplorasi Sinar Matahari untuk Menumbuhkan Campuran Mikroorganisme

Eksplorasi Sinar Matahari untuk Menumbuhkan Campuran Mikroorganisme

Satu riset baru yang dikerjakan beberapa ilmuwan di Israel menjanjikan satu eksplorasi peranan cahaya matahari dalam menumbuhkan kombinasi mikroorganisme yang berguna yang bisa menolong kurangi masalah SER. Buah mangga bertindak jadi tuan-rumah untuk sebagian jamur penyakit yang mengakibatkan kerusakan kwalitas buah dengan ekonomi.

Terlebih waktu sistem pemasakan buah serta penyimpanan buah mangga. Tetapi dengan temuan hasil riset baru ini, jadi cahaya matahari dapat jadi secercah keinginan baru untuk beberapa petani serta penyuplai buah mangga untuk kurangi potensi rusaknya atau pembusukan pada ujung buah mangga itu.

Noam Alkan serta partnernya di Agricultural Research Organization, Volcani Center di Israel tunjukkan hasil riset mereka yang begitu menjanjikan untuk beberapa petani mangga serta penyuplai buah mangga. Di mana mereka mereka mengeksplorasi cahaya matahari yang nyatanya mempunyai peranan perlu dalam tingkatkan tingkat mikroorganisme yang untungkan pada buah mangga untuk menangani SER.

Paparan cahaya matahari yang tinggi di ruang kebun buah mangga nyatanya mempunyai dampak untuk merubah warna merah kulit mangga. Buah mangga dengan paparan cahaya matahari yang kurang tetaplah hijau. Dengan memakai tehnik sekuensing, mereka pelajari dinamika komune mikroba serta jamur didalam jaringan ujung batang buah mangga merah serta hijau sepanjang penyimpanan.

Mereka temukan kalau perubahan komune jamur serta bakteri tergantung pada warna kulit buah, lama penyimpanan, serta suhu penyimpanan. Patogen yang biasanya berkaitan dengan pembusukan pada ujung batang buah yaitu Alternaria alternata serta Lasiodiplodia theobromae, menjajah floem pada ujung batang buah.

Waktu buah masak, mereka berpindah ke step patogen serta bercabang kedalam jaringan internal yang lebih lembut dari buah. Koloni ragi, bakteri, serta jamur yang lain yg tidak menyebabkan tanda juga diketemukan. “Menariknya, paparan cahaya matahari di kebun buah mangga berperan pada ‘komposisi sehat’ dari komune jamur serta bakteri serta oleh karenanya kurangi sisa luka pascapanen, sesaat penyimpanan yang lama kurangi macam orang-orang serta mengakibatkan jamur serta patogen yang dibasmi semakin banyak, ” kata Alkan.

“Jadi, pada buah yg tidak terserang cahaya matahari atau buah yang disimpan kurun waktu lama, kami temukan penambahan jamur patogen khusus serta penambahan bakteri yang di ketahui bisa turunkan dinding sel jamur,” lebih Alkan. Beberapa periset juga temukan komune mikroba yang bermacam serta dinamis yang bukan sekedar memiliki kandungan mikroorganisme patogenik tetapi berguna juga hingga satu hari dapat dipakai di pertanian, industri makanan serta biomedis.

“Ini yaitu satu diantara artikel pertama yang tawarkan pikiran mendalam mengenai mikroba buah hasil panen,” kata Alkan. “Kami yakin kalau komposisi mikroba yang lebih sehat juga akan jadi tema paling utama yang menarik untuk kebanyakan orang yang terkait dengan keamanan pangan serta limbah makanan kurun waktu dekat.” Jelas Alkan.