Open Source, Contoh, Jenis-Jenis Open Source Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Dengan perkembangan dunia teknologi yang terlalu pesat, kini sudah banyak bermunculan perangkat canggih. Contoh gampang untuk perihal ini adalah smartphone dan komputer atau laptop. Dengan dua benda tersebut kita dapat melaksanakan beragam perihal menakjubkan dengan terlalu mudah. Pada umumnya sebuah PC atau smartphone akan dilengkapi dengan yang namanya proses operasi dan juga aplikasi. Tanpa keduanya sebuah perangkat tidak akan dapat bekerja secara maksimal.

Secara umum perangkat lunak seperti OS dan software erat dengan yang namanya lisensi. Tentu kalian sudah kerap mendengarnya namun umumnya masih belum terlalu mengerti akan arti yang sebenarnya. Sebuah aplikasi yang memiliki lisensi artinya hak ciptanya dilindungi oleh hukum. Biasanya untuk perangkat lunak berlisensi closed source tidak dapat didapatkan secara gratis. Kita perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk dibayarkan kepada si pembuatnya agar kita dapat menggunakannya.

Nah jika tersedia yang berbayar tentu tersedia yang gratis juga dong? Karena tidak semua orang suka mengeluarkan uang maka mereka akan lebih pilih yang gratis. Jika kita membicarakan tentang perangkat lunak gratis tentu tidak dapat terlepas berasal dari istilah open source. Apa arti berasal dari open source itu? Dalam kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang pengertian serta berlebihan dan kekurangan berasal dari perangkat lunak yang sifatnya open source.

Untuk memberikan pemahaman tentang dunia perangkat lunak terlebih masalah open source dan close source, kali ini kita sudah menyusun artikelnya secara lengkap. Berikut ini adalah ikhtisar tentang arti berasal dari istilah open source yang kerap disematkan terhadap proses operasi ataupun aplikasi.

Pengertian Open Source

Open source adalah kebalikan daripada closed source, disini semua pengembangan serta pendistribusian berasal dari suatu perangkat lunak tidak diatur oleh perseorangan maupun perusahaan. Tidak seperti lisensi closed source, perangkat lunak open source dapat digunakan secara gratis tanpa perlu membayar. Selain itu siapa saja yang mengerti dapat mengembangkan ataupun memodifikasi software tersebut.

Jika didalam closed source semua pengembangan dilaksanakan oleh individu atau perusahaan tertentu. Maka software open source dapat dengan bebas dikembangkan http://www.darrareloadpulsa.com/2018/02/cara-menjadi-agen-pulsa-dan-kuota.html oleh siapa saja. Bagi mereka yang mendapatkan suatu kekurangan didalam perangkat lunak tersebut maka ia boleh memodifikasinya. Namun kebebasan disini tentu tersedia batasannya juga, didalam artian kita boleh mengubahnya asal untuk obyek yang baik.

Contoh Sistem Operasi dan Aplikasi yang Bersifat Open Source
Ada lumayan banyak perangkat lunak yang sifatnya open source, mereka sudah bertebaran dimana-mana terlebih di internet. Untuk informasi selengkapnya silahkan memandang semisal tersebut ini.

#1. Sistem Operasi PC Open Source
Jika membicarakan proses operasi komputer open source tentu yang paling lekat diingatan kita adalah Linux. Ini memang merupakan keliru satu OS open source paling populer di kalangan para pengguna PC. Selain Linux tersedia lumayan banyak semisal lainnya yang umumnya adalah turunannya seperti RedHat, Debian, Slackware dll.

#2. Sistem Operasi Smartphone Open Source
Nah tentu kalian sudah kenal dong dengan OS android? Ini merupakan keliru satu proses operasi smartphone yang paling banyak digunakan selagi ini. Dan kemungkinan tersedia yang belum mengerti bahwa android ini merupakan OS yang open source. Selain android juga tersedia Firefox OS yang berbentuk open source agar siapa saja boleh mengembangkannya.

#3. Aplikasi dan Software Open Source
Ada terlalu banyak sekali aplikasi yang sifatnya open source, semisal mudahnya adalah Libre Office. Jika di windows untuk dapat memakai aplikasi Microsoft Office kita perlu membayarnya. Namun Libre Office ini sifatnya open source dan dapat digunakan secara gratis.

Kelebihan dan Kekurangan Perangkat Lunak Open Source
Setiap perihal tentu memiliki yang namanya kelebihan dan kelemahannya masing-masing, begitu pula masalah software open source ini. Untuk jadi pertimbangan kalian, silahkan memandang berlebihan dan kekurangan berasal dari perangkat lunak berbentuk open source.

#1. Keunggulan Software Open Source

Siapapapun bebas untuk memodifikasi maupun mengembangkannya. Asal seorang individu atau kelompok mengerti akan source codenya dan memandang sebuah kekurangan, maka ia diperbolehkan untuk mengubahnya. Namun perihal ini tentu perlu diimbangi dengan tanggung jawab dan tidak dilaksanakan dengan kemauan yang buruk.
Semua orang bebas untuk memakai perangkat lunak open source. Karena didalam perihal pengembangan maupun pendistribusian open source tidak diatur oleh suatu individu atau kelompok.
Aplikasi atau proses operasi open source tidak akan mengalami pembajakan sebab ia dapat digunakan oleh siapa saja secara gratis. Jika tersedia yang merubah atau memodifikasi isinya pun itu tidak akan melanggar hukum jika dengan niatan yang buruk.

#2. Kelemahan Software Open Source

Karena pengembangan dilaksanakan secara bebas baik oleh individu maupun kelompok maka untuk masalah dana tidak tersedia kepastian. Berbeda dengan Microsoft yang secara massive mengembangkan beragam perangkat lunak dengan tunjangan dana yang besar.
Interface yang dibawakan oleh perangkat lunak open source umumnya kurang user friendly. Dalam perihal ini mereka yang belum jadi biasa akan mulai kesusahan dan perlu membiasakan diri terlebih dahulu.

Jenis Lisensi Perangkat Lunak Selain Open Source dan Closed Source
Diatas kita sudah membicarakan secara lengkap masalah perangkat lunak open source mulai berasal dari pengertian hingga berlebihan dan kekurangannya. Nah tidak cuman open source dan closed source ternyata tersedia lumayan banyak lisensi software lainnya. Berikut ini lebih dari satu style lisensi perangkat lunak yang perlu kalian ketahui.

#1. Freeware
Seperti namanya ini merupakan style perangkat lunak yang dapat digunakan secara gratis oleh siapapun. Namun berlainan dengan open source, didalam freeware pengguna tidak dapat memandang source codenya agar mereka tidak dapat merubah ataupun memodifikasinya.

#2. Shareware
Bisa dibilang ini merupakan sebuah perangkat lunak dengan masa trial. Dalam perihal ini pengguna dapat memakai sebuah software secara gratis didalam jangka selagi spesifik semisal saja 7 hari. Setelah itu jika mengidamkan konsisten menggunakannya maka ia perlu membayar sejumlah uang kepada pengembang agar software tersebut diaktifkan sepenuhnya.

#3. Adware
Untuk style ini dapat digunakan secara gratis dan tidak memiliki batas selagi spesifik agar kita tidak perlu mengeluarkan uang. Namun terhadap style adware umumnya akan terkandung beragam style iklan. Dari sinilah para pengembang aplikasi ini akan mendapatkan uang.